Showing posts with label Copy and Paste. Show all posts

Ikhwah Sejati Harus Jadi Seorang Murabbi..kah?

*Salin dan tampal dari sini. *
** Terjemahan ini dibuat sendiri, jadi ia kurang tepat **

Judul di atas benar2 sebuah pertanyaan yg sering banget muncul di benak saya. Apalagi ketika hampir di setiap ta’lim atau buku ttg dakwah/tarbiyah yg saya baca dan ikuti selalu saja menekankan keharusan seorang ikhwah tuk jadi murobbi. Dan yg jadi tertuduh utama adalah mereka2 yg dah tarbiyah lama, dianggap punya bekal yg cukup, tp blum mau memikul tanggung jawab memiliki binaan. Mungkin saya berlebihan, tapi terkadang saya menangkap kesan bahwa mereka (yg lum mw jd murobbi) dituding sebagai penakut, pengecut, lari dari tanggung jawab…

Tajuk di atas ialah persoalan yang sering berkisar di benak saya. Apatah lagi apabila hampir pada setiap liqa' (pertemuan) atau buku tentang dakwah/tarbiah yang saya baca dan ikuti selalu menekankan keharusan seorang ikhwah/akh untuk menjadi murabbi/naqib. Dan yang menjadi sasaran utama adalah mereka yang sudah lama ditarbiah, dianggap mempunyai bekalan (ilmu dan pengalaman) yang cukup, tapi belum sanggup memikul tanggungjawab memiliki anak binaan/mutarabbi. Mungkin saya dianggap ekstrem, tapi kadang-kadang saya amati bahawa mereka (yang belum mahu jadi murabbi) dituding sebagai penakut, pengecut, lari dari tanggunjawab..

Saya sangat setuju bahwa proses belajar dengan mengajar adalah motor utama gerakan tarbiyah. Dan harus diakui, menjadi guru/mentor/murobbi menimbulkan kenikmatan tersendiri yg sulit terungkap oleh kata. Belum lagi jika teringat pahalanya yg akan terus mengalir sepanjang masa. Tapi, saya tetap merasa “pemaksaan” kepada kader dakwah tuk menjadi seorang murobbi merupakan hal yg kurang bijak. Bagaimanapun, setiap orang memiliki kemampuan dan kapasitas yg berbeda, dimana amat dimungkinkan tidak semua ikhwah sanggup dan berbakat jadi “guru”.

Saya sangat bersetuju bahawa proses belajar dengan mengajar adalah nadi utama gerakan tarbiah. Dan harus juga diakui, menjadi guru/mentor/murobbi/naqib menimbulkan kenikmatan tersendiri yang sukar diungkapkan dengan kata-kata. Belum lagi jika kita mengenang pahalanya yang akan terus mengalir sepanjang masa. Tapi, saya tetap merasa "pemaksaan" kepada kader dakwah untuk menjadi seorang murobbi/naqib merupakan perkara yang kurang bijak. Kerana, setiap orang memiliki kemampuan/abiliti dan kapasiti yang berbeza, di mana adalah mustahil semua ikhwah sanggup dan berbakat menjadi "guru".

Kata2 seperti “jangan pernah ngaku jadi ikhwah sejati kalo lum jadi murobbi” terdengar amat menyudutkan ditelinga saya. Yah, itu memang untuk membangkitkan motivasi bagi setiap ikhwah tuk senantiasa mengembangkan diri hingga sampai pada level “pantas” diserahi amanah besar tersebut. Namun, kadang itu jg terasa bagaikan pendiskreditan diri, sehingga ketika datang tawaran tuk jadi murobbi, akhirnya itu hanya menjadi ajang pembuktian pada diri sendiri, bahwa saya juga pantas disebut ikhwah sejati. Padahal mungkin klo mw jujur pada hati, diri belum siap dan sanggup memikul tanggung jawab beserta segala konsekuensinya..

Kata-kata seperti "jangan pernah mengaku jadi ikhwah sejati kalau belum menjadi murabbi" terdengar amat menyesakkan di telinga saya. Ya, itu memang untuk membangkitkan motivasi bagi setiap ikhwah untuk sentiasa mengembangkan diri hingga sampai pada level boleh diserahkan amanah tersebut. Namun, kadang-kadang itu juga terasa bagaikan membohongi diri, sehingga ketika datang tawaran menjadi murabbi, akhirnya itu hanya menjadi bukti bahawa saya juga boleh digelar ikhwah sejati. Padahal mungkin kalau mahu jujur pada hati, diri belum bersedia dan sanggup memikul tanggungjawab beserta segala kesan dan hasilnya.

Sekali lagi, tidak dapat dipungkiri setiap kita tidak hanya memiliki bakat dan keistimewaan tersendiri, tapi juga kelemahan dan kekurangan. Oke, esensi tarbiyah memang mengubah dari yg kurang baik menjadi lebih baik, tidak mampu menjadi mampu, mengembangkan kualitis diri hingga bisa disebut da’i sejati… Tapi gak semudah itu kan mengeliminir segala kekurangan yg ada pada diri?? Bisa juga dianalogikan dg orang2 dalam organisasi misalnya, ada yg cocok jd konseptor tp ada juga yg memang lebih hebat ketika jadi pelaksana.. juga ketika lebih men-spesifikkan diri dalam memilih peran, mw jadi ustadz atau jadi aktivis.. semua punya ability dan kecenderungan masing2.. jadi ketika seseorang memang merasa tidak sanggup jd murobbi, kenapa harus dipaksakan??

Sekali lagi, tidak dapat dinafikan setiap kita tidak hanya memilik bakat dan keistimewaan tersendiri, tapi juga kelemahan dan kekurangan. Baik, isi tarbiah memang mengubah dari yang kurang baik menjadi lebih baik, tidak mampu menjadi mampu, mengembangkan kualiti diri hingga boleh digelar da'i sejati. Tapi tidak semudah itu akan menyingkirkan segala kekurangan yang ada pada diri..?? Boleh juga dianalogikan dengan orang-orang dalam organisasi misalnya, ada yang sesuai jadi perancang tapi ada juga yang memang lebih hebat ketika menjadi pelaksana.. juga ketika lebih menspesifikkan diri dalam memilih peranan, mahu jadi ustaz atau jadi aktivis.. semua mempunyai keistimewaan dan kecenderungan masing-masing.. jadi ketika seseorang memang merasa tidak sanggup menjadi murabbi, kenapa harus dipaksa?


Pemaksaan diri tuk menjadi seorang murobbi hanya akan menimbulkan kekecewaan pada mutarobbi.. seandainya mereka memiliki murobbi yg lebih berkompeten mungkin mereka bisa mendapatkan sesuatu yg lebih, menjadi seseorang yg lebih.. Tetap bertahan hanya atas dasar pembuktian diri bahwa saya juga ikhwah sejati.. tidakkah itu egois?? Apologi bahwa murobbi juga manusia biasa dg segala keterbatasan yang ada, tidak bisa selalu dijadikan pembenaran.. Tidak ada seorang-pun yg menuntut kesempurnaan seorang murobbi, tapi harus jujur, memang banyak kriteria yg harus dipenuhi juga bekal yg perlu disiapkan .. dan kembali lagi, tidak semua orang siap, sanggup dan mampu untuk itu…

Pemaksaan diri untuk menjadi seorang murabbi hanya akan menimbulkan kekecewaan pada mutarabbi.. seandainya mereka memiliki murabbi yang berkompeten mungkin mereka boleh mendapatkan sesuatu yang lebih, menjadi seseorang yang lebih.. Tetap bertahan hanya atas dasar mahu membuktikan bahawa aku juga seorang ikhwah sejati.. tidakkah itu egois? Apalagi bahawa murabbi juga manusia biasa dengan segala keterbatasan yang ada, tidak juga sentiasa betul. Tidak ada seorang pun yang menuntut kesempurnaan seorang murabbi, tapi harus jujur, memang banyak kriteria yang harus dipenuhi serta bekal yang perlu disiapkan.. dan sekali lagi, tidak semua orang bersedia, sanggup dan mampu untuk itu..

Amat mudahnya penunjukkan serta penerimaan seseorang menjadi murobbi tidak jarang malah menjadi blunder bagi dakwah itu sendiri.. kita memang bisa dan harus bisa belajar dari kesalahan, namun ketika kesalahan itu selalu berulang maka yg akan terjadi hanya-lah trial&error yg bakal membuat halaqah jadi gak sehat, binaan gak berkembang dan muwashofat gak terpenuhi.. Saya mengungkapkan ini atas dasar pengalaman pribadi, dimana saya pernah merasakan kecewa terhadap murobbi sekaligus kecewa pada diri sendiri karena gak becus ngadepin mentee..

Amat mudahnya penunjukan serta penerimaan seseorang murabbi tidak jarang malah menjadi kesalahan besar bagi dakwah itu sendiri.. kita memang boleh dan harus belajar dari kesalahan, namun tika kesalahan itu selalu berulang maka yang akan terjadi hanyalah 'trial & error' yang bakal membuatkan halaqah itu tidak sihat, anak binaan/mutarabbi tidak berkembang dan muwassofat tarbiah (ciri-ciri tarbiah) tidak dipenuhi.. Saya mengungkapkan ini (penulis asal artikel ini) atas dasar pengalaman peribadi, di mana saya pernah merasakan kecewa terhadap murabbi sekaligus kecewa pada diri sendiri kerana tidak mampu menghadapi mentee/mutarabbi..

Tidak, tulisan saya kali ini sama sekali tidak bermaksud untuk menyurutkan tekad dan keinginan para ikhwah menjadi seorang murobbi. Mungkin ini hanyalah semacam ajakan untuk memberi pemakluman bagi ikhwah lain yg menolak ketika diberi amanah tersebut. Dimata saya mereka bukanlah orang yg kalah dan mudah menyerah.. Mungkin mereka malah orang2 yg sepenuhnya memahami kelebihan dan kekurangan yg mereka miliki sehingga bisa memaksimalkan potensi di bidang2 yg memang mereka sanggupi…

Tidak, tulisan saya kali ini sama sekali tidak bermaksud untuk melemahkan tekad dan keinginan para ikhwah menjadi seorang murabbi. Mungkin ini hanyalah semacam ajakan untuk memberi pemaklumana bagi ikhwah lain yang menolak ketika diberi amanah tersebut. Di mata saya mereka bukanlah orang yang kalah dan mudah menyerah.. Mungkin mereka malah orang-orang yang sepenuhnya memahami kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki sehingga boleh memaksimumkan potensi di bidang-bidang yang mereka sanggup.

Tapi bagaimanapun, saya tetap yakin setiap ikhwah pasti mempunyai mimpi menjadi seorang murobbi sejati…

Walaubagaimanapun, saya tetap yakin setiap ikhwah pastinya mempunyai impian untuk menjadi seorang ikhwah dan murabbi sejati..

p/s - maaf pada ikhwah. Entry ini bukan hendak mem'backup' diri ana, tapi rasanya, kadang-kadang perlu ade toleransi dengan sesetengah ikhwah. Tak semua orang sempurna, dan tidak boleh pula kita memaksa supaya berubah. Bukankah prinsip dalam dakwah itu dengan lemah lembut? Makanya, lebih baik memujuknya mengubah sikap dari memarahi dan memaksanya.

~ Tarbiah yang makin dingin, maka perlukan kehangatan yang menyentap! ~

Ikhwan Sejati *Copy Paste*

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati...

Sang Ibu tersenyum dan menjawab...
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran,
tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

....setelah itu, ia kembali bertanya...

" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tenteng dia..."
ia pun mengambil buku itu "MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu.

http://myquran.org/forum/index.php/topic,27825.0.html

(( Membangkitkan Iman ))

Daripada Abdullah bin Mas’ud berkata, kami bertanya kepada Rasulullah :

"Ya Rasulullah Allah Berfirman (Dan sesiapa yang dibukakan hatinya oleh Allah dengan iman maka dia didalam cahaya daripada tuhannya)
(( Surah 39, Az-Zumar : Ayat 22 ))

Bagaimana Allah membukakan hati ?" Rasulullah bersabda : "Apabila masuknya cahaya didalam hati, maka hati akan dicerahkan dan terbuka"

Apakah alamatnya pula Ya Rasulullah?

Rasulullah bersabda: "Kembalinya(segala urusan) dia kepada negeri yang abadi, dan keringnya (urusannya ) dari negeri yang menipu dan bersedianya menghadapi kematian sebelum ia datang kepadanya."

(Riwayat Al-Hakim dan Baihaqi)


Maka alamat yang pertama daripada hadis adalah : “kembalinya (di dalam urusan) kepada negeri yang abdi” dan petunjuk bagi alamat ini adalah

1. Bersegera didalam melakukan kebaikan
2. Wara’ dan sangat waspada didalam perkara yang haram dan setiap perkara yang syubhat
3. Mengutamakan kepentingan agama lebih daripada semua kepentingan dunia apabila bertembung antaranya.


Manakala alamat kedua dalam “kebangkitan iman dan keringnya (di dalam urusan) kepada negeri yang menipu” :

1. Tidak cenderung kepada hasil duniawi
2. Tidak bersedih apabila kurangnya dan hilangnya(dunia)
3. Kurangnya memikirkan terhadap dunia
4. Tidak hasad terhadap yang lain
5. Meinginkan menjadi hartawan atas dorongan untuk menginfakkan keatas jalan Allah s.a.w


Manakala alamat untuk “persediaan menghadapi kematian sebelum masanya”

1. Bersegera untuk bertaubat dengan sebenarnya
2. Sentiasa kembali kepada Allah
3. Menyelesaikan daripada kezaliman
4. Mengembalikan hak dan amanah kepada ahlinya

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya Allah, kembalikan semangatku untuk menegakkan syi'ar ISLAM!!

P/s - copy paste sebahagian isi dari sebuah e-mail..

(( Lambaian Al-Quds ))

Hamas Beri Amaran kepada Penjajah di Tebing Barat

Jumaat, 17/10/2008 - Gerakan Pejuang Islam, Hamas mengingatkan penjajah Israel daripada meneruskan aksi permusuhannya di Tebing Barat. Hamas memberi amaran bahawa tindakan kejam yang dilakukan itu tidak akan dibiarkan begitu sahaja tanpa tindakan balas.Hamas menganggap aksi pemusuhan ini sebagai kesan daripada kesepakatan keamanan antara penjajah dengan pihak autoriti Ramallah.

Dalam jangka waktu kurang dari 48 jam pasukan penjajah Zionis Israel telah membunuh 3 warga Palestin di Tebing Barat, antaranya adalah seorang remaja berusia 17 tahun. Tindakan ini adalah yang paling dahsyat sejak beberapa bulan terakhir.

Pemimpin gerakan Hamas Dr. Ismail Ridwan menyatakan, “Aksi di Tebing Barat ini merupakan lanjutan dari usaha untuk menghukum pejuang dan menghapuskan semua tanda-tanda pejuangan di Tebing Barat. Ini juga merupakan sebahagian dari koordinasi dan kerjasama keamanan dengan Zionis Israel. Oleh itu ia adalah hasil langsung dari kerjasama keamanan antara autoriti Ramallah dengan penjajah.”

Note:
Sumber : [ link ]
Penterjemah : Osman



*************************************************************************************

Al Aqsha Memanggil
Album : Al Aqsha Memanggil
Munsyid : Izzatul Islam

Ayunkan langkahmu
Luruskan niatmu
Tetapkan azzammu
Janganlah kau ragu

Slamatkan Islammu
Bebaskan duniamu
Hadapi musuhmu
Hilangkan malasmu

Al Aqsha memanggil
Al Aqsha menyeru
Slamatkan Al Aqsha
Slamatkan! Slamatkan!!

Bakarlah smangatmu
Syahid menunggumu
Bebaskan Palestin
Bebaskan! Bebaskan!!

Slamatkan Al Quds yang mulia
Dari cengkraman durjana
Hancurkan Yahudi
Hancurkan! Hancurkan!!

Pastikan langkah sucimu
Bebaskan dunia Islammu
Menang atau syahid
Itu yang kau tuju

Al Aqsha Memanggil
By: Fathurrahman

Sumber : [ link ]

(( Keluhan Sang Mutarobbi ))

* Copy dari emel *

"Akh, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da'wah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh."Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya.

"lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ? " sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. " Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang Ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, Ana mendingan sendiri saja." Jawab mad'u itu.

Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. " Apakah antum memilih untuk terjun kelaut dan berenang sampai tujuan?". Sang murobi mencoba memberi opsi. "Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi itu hanya sesaat.

Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan?. Bagaimana bila ikan hiu datang. Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimanan antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan dihamparkan dihadapan sang mad'u. Tak ayal, sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang dihormati justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.

"Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah? " Bagaimana bila ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya? . Tanya sang murobbi lagi.

Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkattangannya :"Cukup akhi, cukup. Ana sadar.. maafkan Ana…. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapatkan medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan… ".

Biarlah yang lain dengan urusan pribadinya masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana". Sang mad'u berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya.

Sang murobbi tersenyum "Akhi, jama'ah ini adalah jamaah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki . Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah." "Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka dimata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka."

"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu , maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" sambungnya panjang lebar. "Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da'i. kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah.

"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil.tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!" "Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isyu atau gosip tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya. "

Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraaan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil wudhu untuk berqiyamu lail. Malam itu. Sang mad'u sibuk membangunkan mad'u yang lain dari asyik tidurnya. Malam itu sang mad'u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian yang kami harapkan dari antum sekalian…

P/s - semoga kita tsabat dan istiqamah di jalan ini..

(( Isteri Pilihan? ))

Just to sharing.. Huhu.. Tajuk asal : Nasihat Memilih Istri

*************************************************************************************

Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya hanya gara-gara dia tidak cantik?!

Mereka, para ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata bahwa cantik kan termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi?! Mereka pun mungkin akan bilang bahwa haditsnya shahih lho! Tapi sayang, mungkin mereka nggak baca sampai akhir kalimat bahwa memilih wanita yang baik agamanya itu lebih selamat!

Mereka mungkin terus bilang, kalau mencari istri yang baik agamanya yang kebetulan cantik boleh khaaan?! Ya memang boleh, tapi pas kebetulan nggak cantik langsung di tolak khaaan?!

***

Ah, andai saja mereka tahu bahwa di zaman sekarang ini orang yang kaya itu akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Dan istri yang hebat di zaman ini adalah yang sanggup hidup miskin. Dan istri yang bijak di zaman ini adalah yang sanggup hidup kaya. Semua kan bisa bilang ‘saya siap hidup susah’ tapi dia nggak akan sanggup kalau nggak hebat. Semua juga siap hidup enak tapi dia akan bangkrut kalau nggak bijak.

Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah. Dia lah yang qanaah, yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang diberikan suaminya kepadanya. Dia akan merasa cukup atas apa yang ada. Dan akan bersyukur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas kehidupan yang menyusahkan.

***

Mungkin para ikhwan itu hanya memaknai wanita yang baik agamanya itu sebagai wanita yang pakai jilbab panjang dan manis kalau tersenyum. Yang mungkin dari jilbab wanita tersebut mereka bisa menilai bahwa ia faham agama, dan dari senyumannya mungkin mereka bisa menilai bawa ia baik akhlaknya. Tapi mereka tidak tahu bahwa panjangnya jilbab dan manisnya senyuman hanyalah apa yang tampak di luar, sedangkan yang tidak tampak akan mereka ketahui setelah menikah.

Mereka akan tahu istri mereka sebenarnya ketika mereka sudah serumah dengannya, bukan di rumah orang tua ataupun di rumah mertua. Karena di rumah sendiri akan tampaklah seorang istri itu sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai anak orangtuanya yang manja dan selalu diturutkan keinginannya, ataupun sebagai menantu yang rajin dan akan selalu menampakkan kebaikan kepada mertuanya.

Mungkin sebaiknyalah orang-orang yang sudah menikah itu tinggal di rumahnya sendiri, walaupun harus kontrak atau kredit. Karena di rumah itu akan tampaklah sifat asli istri dalam menyikapi hidup yang diberikan suaminya kepadanya. Mereka akan tahu apakah jilbab isteri mereka membuktikan kefahamannya dalam agama, dan apakah manis senyuman mereka membuktikan kebaikan akhlaknya. Tetap dia pakaikah jilbab yang panjang itu ketika terik matahari panas menghujam?! Tetap adakah senyuman manis itu ketika lebat turunnya hujan?!

***

Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.

Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah.

Isteri yang sholihah itu adalah yang qana’ah, senangnya berada di rumah.
Keluar rumah hanya untuk belanja atau pergi bersama suaminya.
Dia tahu bahan makanan telah mengalami kenaikan harga,
dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.

Ada juga memang wanita yang bekerja di luar rumah,
tapi yang sholihah, dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,
dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya.

***

Kau mungkin bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah
sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,
sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata.

Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,
karena yang cantik seperti bintang di langit.
Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,
tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.
Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan,
tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.

Isteri yang sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,
tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.
Di dalam cangkangnya dia senang berada,
menjaga diri dan tak mudah digoda.

Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya.
Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.

***

"Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]

-Mutiara-
yang berusaha menjadi seberharga namanya…

Dipetik dari : [ link ]

(( Meminta Maaf dan Puasa ))

Sedang mencari artikel tentang Ramadhan, ana terjumpa sebuah artikel yang agak menarik untuk dikongsi bersama sahabat-sahabat semua.

*************************************************************************************

Setiap kali Ramadhan semakin menjelang, pastinya kita akan menerima mesej yang di-fowardkan melalui YM ataupun Friendster tentang sebuah hadis berkaitan doa Jibril dan diaminkan oleh Nabi s.a.w. serta para Sahabat yg mana antara intipatinya termasuklah terabainya puasa seseorang yang tidak memohon maaf kepada orang-orang tertentu.

Saya sudah berusaha sedaya mampu saya mencarinya di dalam kitab-kitab hadis namun tidak saya temui. Malah kitab-kitab fiqh juga tidak membahaskan mengenai perlunya meminta maaf sebelum masuknya bulan Ramadhan bagi mengelakkan diabaikan puasa kita oleh Allah. Kebanyakkan yang menyebarkan hadis itu sendiri tidak sedar bahawa tidak semua hadis itu sahih (authentic) hanya sekiranya ia menyatakan “Rasulullah ber-sabda” atau “Rasulullah melakukan itu dan ini”.

Saya tidak berani meletakkan darjat hadis tersebut (samada sahih, hasan, dhaif atau palsu) kerana biarlah mereka yang lebih alim dalam bidang hadis melakukannya. Cuma yang boleh saya katakan, saya (dan beberapa orang yang turut pernah menyemaknya) tidak menemui sebarang tanda yang boleh membawa kita menilai darjatnya. Sesiapa yang menyatakan ia sahih, sila kemukakan hujah dan bukti dan sampaikan pada saya agar saya boleh mendapat manfaat ilmu itu.

Katakanlah: Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.[al-Baqarah 2:111]

Saya menulis bukan untuk membahaskan darjat hadis tersebut di sini tetapi fokus saya adalah berharap agar pembaca dalam membetulkan sikap dalam berinteraksi dengan hadis terutama yang kita tidak tahu sumbernya. Sedangkan para sahabat sendiri takut menjadi orang yang banyak meriwayat-kan hadis dikhuatiri mereka terjerumus ke dalam kesilapan dan kesalahan, hingga akhirnya membawa mereka untuk berdusta ke atas Rasulullah s.a.w, suatu perbuatan yang amat tercela dan mendapat ancaman yang sangat buruk daripada Rasulullah. Ancaman yang dimaksudkan itu adalah sabda Rasulullah s.a.w:

Barang siapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hen-daklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka. [Sahih Muslim – no: 3]

BERDIAM DIRI LEBIH BAIK

Rasulullah s.a.w bersabda:
Cukup bagi seseorang itu sebagai pendusta dengan menceritakan apa sahaja yang dia dengar. [Sahih Muslim - hadis no: 5]

Sekiranya kita tidak pasti apabila menerima suatu hadis, kita ada tiga pilihan:
[1] Menyelidik dan menyemaknya bagi yang berkemampuan.
[2] Bertanya kepada yang lebih mengetahui terutama mengenai ilmu hadis .
[3] Berdiam diri daripada menyebarkannya sekiranya tidak mampu melakukan perkara diatas sehinggalah telah jelas hujah bahawa ianya sahih dan selamat disebarkan.

Contohilah sahabat yang begitu berhati-hati dalam meriwayatkan hadis kerana khuatir terjerumus dalam ancaman Rasulullah s.a.w..Ingatlah Firman Allah:
Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya. [al-Isra’ 17:36]

SILA LIHAT ARTIKEL ASAL DI BLOG DI BAWAH.

http://demipena.com/2007/09/hadis-doa-jibril-dan-sikap-kita.html
Edry AlFaisal, Timb. Amir Institusi Usrah Cyberjaya 06/07

(( Serulah ke Jalan Tuhanmu...!! ))

Pernahkah antum mengajak rakan-rakan non-Muslim (sama ada di tempat kerja, tempat belajar atau jiran) untuk mengikut Islam? Di sini ana ingin kongsi sebuah artikel yang telah ana edit :

Mengajak manusia ke jalan Allah ta’ala merupakan perkara yang sangat mulia. Allah ta’aala menyebutnya sebagai “ucapan yang paling baik”. Namun tidak banyak muslim yang mahu dan sanggup melakukannya. Pada umumnya, seorang muslim dihalangi oleh seribu satu alasan untuk tidak melakukannya. Ada alasan yang sangat umum iaitu ”nanti si non-muslim itu tersinggung”. Itulah sebabnya Allah ta’aala membekali kita dengan firmanNya:

”...dan berdebatlah (beradu hujahlah) dengan mereka dengan cara yang baik.”(( Surah 16, An-Nahl : Ayat 125))

Artinya, Allah ta’aala Maha Mengetahui bahawa sangat mungkin ajakan kita tersebut mendatangkan penolakan dari sasaran da’wah. Tapi itu bukan alasan untuk tidak berda’wah!
Seorang muslim tatkala menyampaikan da’wah Islam haruslah memiliki optimisme dan harapan hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Ia harus selalu mengingati bahawa kewajipannya hanyalah menyampaikan. Adapun soal sasaran da’wahnya mahu menerima atau tidak, maka ini bukan urusan si muslim. Soal seseorang memperoleh hidayah atau tetap sesat sepenuhnya terserah pada Allah subhaanahu wa ta’aala.

“Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(( Surah 16, An-Nahl : Ayat 125 ))

Hal lain yang juga harus selalu diingat oleh seorang muslim yang mengajak orang lain agar mengikuti jalan Allah ta’aala ialah: “Jangan remehkan ucapan anda.” Siapa tahu, kerana melalui ucapan anda, seseorang memperoleh hidayah. Anda tidak akan pernah tahu apakah ucapan anda mendatangkan taufiq dan hidayah Allah ta’aala sebelum anda mencobanya.. ! Hayatilah sebuah kisah di bawah ini...

Seorang pelajar baru sahaja menjejakkan kaki di luar negeri untuk menyambung pelajaran. Ketika dia pertama kali tiba di London, kemampuan bertutur bahasa Inggerisnya masih belum lancar. Waktu itu ialah bulan Ramadhan. Minggu pertamanya tiba di England, dia ikut sebuah rombongan mengelilingi kota London. Apabila tiba waktu makan tengahari, bas itu berhenti di sebuah restoran dan semua peserta rombongan turun untuk makan. Termasuk pelajar muslim tersebut.

Semua peserta rombongan makan di restoran tersebut kecuali pelajar tersebut kerana dia sedang puasa. Maka ketika melihat ia tidak makan pemandu pelancong, seorang berbangsa Inggeris mendekatinya dan bertanya: “Why aren’t you eating?” (Mengapa kamu tidak makan?). Dengan bahasa Inggeris yang ‘broken’, dia pun menjawab: “I am Muslim. This is Ramadhan. I am fasting.” (Saya seorang muslim. Ini bulan Ramadhan. Saya sedang puasa)
Tiba-tiba dengan nada mengejek pemandu pelancong itu pun berkata: “Oh, rupanya anda datang dari sebuah negara muslim. Negara yang miskin sehingga kamu tidak sanggup makan...” Lalu pelajar muslim itu pun menjadi marah dan tersinggung. Tapi bagaimana caranya untuk mengungkapkan kemarahan dalam suatu bahasa yang belum dikuasai? Akhirnya dia hanya boleh berkata: “Wait, one year... I will explain to you the beauty of Islam…” (tunggulah satu tahun, nanti aku jelaskan padamu indahnya ajaran Islam). Maksudnya dia ingin diberi kesempatan belajar bahasa Inggris dahulu selama setahun, baru dia akan jelaskan secara panjang lebar apa itu sebenarnya ajaran Islam yang indah ini.
Sesudah satu tahun pelajar muslim ini pun memenuhi janjinya. Dia berjumpa pemandu pelancong itu untuk menjelaskan Islam kepadanya. Namun apa yang terjadi? Ketika mereka berjumpa antara satu sama lain, tiba-tiba pemandu pelancong orang Inggeris itu menyapa pelajar Muslim ini dengan ucapan: “Assalaamu’alaikum, brother...!”
Maka pelajar Muslim ini terkejut dan bertanya: “Anda sudah masuk Islam?”
“Ya, saya sudah masuk Islam, ” kata orang Inggeris itu.
“Laa, saya baru saja nak menjelaskan kepada anda apa itu Islam, ” kata pelajar muslim itu.
“Anda terlambat, saudaraku...” kata orang Inggeris itu.
Maka pelajar muslim itu pun bertanya: “Mengapa anda ingin memeluk Islam?”
”Saya masuk Islam sejak Anda mengatakan ‘I will explain to you the beauty of Islam’. Maka saya pun tertanya-tanya adakah memang di dalam Islam ada keindahan? Saya selama ini hanya mengetahui bahawa Islam itu beridentitikan dengan terorisme, keganasan dan segala yang hitam dan jelek.. Maka kerana saya teruja, saya pun mempelajari mengenai Islam. Dan alhamdulillah, saya mendapat hidayah dari Allah ta'aala...”

Subhanallah...! Maka, saudaraku, bersegeralah. Ajaklah teman kerja anda, tetangga anda atau barangkali saudara anda yang non-muslim ke dalam rahmat Allah ta’aala. Jangan remehkan ucapan anda. Siapa tahu hasil tuturan lisan anda, Allah ta’aala akan melimpahkan hidayah iman dan Islam kepada seseorang. Wallaahua’laam...

P/s - ana baca dari sebuah emel dan meng'edit' sedikit kandungan cerita ini..

(( Nuqaba' Perlu Belajar Dari Sifu "Kungfu Panda" ))

"Yesterday is history. Tomorrow is mystery. Today is a gift." Cukup dengan pesanan Master Shifu kepada si Panda Po ini merubah hidupnya dari seorang yang biasa (anak penjual mi) kepada luarbiasa (mahaguru kungfu tumpaskan Tai Long).

Ada beberapa mesej menarik saya rumuskan dari filem 3D Kungfu Panda :

1. The secret to be special is you have to believe that you special
Po hampir putus asa kerana tidak mampu memecahkan rahsia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Pesanan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatkannya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berfikir diri kita adalah "special", unik, berharga pastinya kita pun akan punyai "
burning desire" untuk melakukan hal-hal yang luarbiasa.

2. You just need to believe
Kita akan jadi biasa, kalau kita berfikir kita biasa. Seperti kata Master Oogway, “
You just need to believe

3. Kita tidak akan mampu mengembangkan potensi orang lain, sebelum kita percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan diri kita sendiri

Master ShiFu tidak yakin untuk melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po mampu sekalipun, mana mungkin ia mampu melatih Po dalam waktu sekejap. Namun, akhirnya "false perception" dan "judgement" kepada "mad'u" (Po) ini bertukar 180 darjah apabila Master Oogway menegaskan bahawa Po adalah benar-benar Pendekar Naga yang "dianugerahkan" Tuhan secara bukan kebetulan (accidental).

Justeru, sebagai guru atau nuqaba, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahawa mad'u ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan kepercaya an diri, bahwa kita sebenarnya masih mampu untuk membimbing mereka dari manusia "bermasalah" kepada manusia "luar biasa" yang melakar sejarah.

Kung Fu Master Shifu , who has already trained the legendary Furious Five, is now charged with transforming an out-of-shape giant panda named Po into a fighting machine.

4. Kenalpasti "suis" mad'u (selera dan minatnya)
Shi Fu akhirnya mendapati bahwa Po boleh termotivasi dan mampu mengeluarkan semua kemampuannya, bila dikaitkan dengan makanan. Po sememangnya tidak mampu menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Justeru setiap mad'u ada "suis" yang tersendiri, ada keunikan pendekatan yang perlu diberikan. Mana mungkin kesemua mad'u yang pelbagai potensi melalui pendekatan tarbiyah nuqaba yang "memukulrata" potensi-potensi mereka.

Hanya "burning desire" untuk mendapatkan kuih itu sudah cukup
merubah Panda melalui "tarbiyah" secara short-cut lalu menjadi
mahaguru luarbiasa


Setiap mad'u kita mempunyai keunikan yang tersendiri.
Janganlah "pukulrata" sahaja tarbiyah kita kepada mereka.


5. Jangan "melepas pandang" pada sisi jahat (akhlak buruk) pada mad'u. Ia mesti dibaiki dan dirawat.

Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, murid pertamanya, yang dia asuh sejak bayi. Dia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Dia memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar harga yang mahal termasuk nyawanya akibat dari Tai Lung yang sudah menyalahgunakan ilmu yang diberikan Shifu.

6. Cermin diri rahsia menjadi luarbiasa

Pada saat Gulungan Naga (ilmu tertinggi dalam Dragon Warrior) diambil dan diberikan kepada Po, ternyata dalam gulungan itu tidak tertulis sebarang ilmu atau kata-kata hikmah sedikitpun. Hanya kosong dan merupakan lembaran kosong yang bersinar ibarat cermin yang boleh merefleksikan wajah kita sendiri. Semua terkejut termasuk sifu yang tidak menyangka Scroll yang diwar-warkan mempunyai rahsia tertinggi itu rupanya tidak tertulis apa-apa. Yang ada hanya "cermin"...

Akhir kata, sudahkah anda menonton Kung Fu Panda…..??

Dipetik dari : [ link ]

(( 10 Wasiat Asy-Syahid Imam Hassan Al-Banna ))

1) Wahai kawanku, segeralah tunaikan solat di awal waktu, di kala mendengar azan. Usahakanlah semampu terdaya. Ini membuktikan kesungguhan anda. Di situ ada sumber kejayaan. Di situ ada sumber pertolongan. Di situ ada sumber taufiq Perhatikanlah banyak perintah ayat al-Quran dimulakan dengan menyebut solat di awalnya. Perhatikanlah Tuhan mensyariatkan solat juga di medan perang walaupun di saat genting dan cemas.

2) Wahai kawanku, bacalah al-Qur'an dan cuba perhatikan mesejnya. Selalulah berzikir dan carilah ilmu walaupun sedikit. Kurangilah dengan masa yang tidak bertujuan. Sesungguhnya al-Quran adalah sumber asli lautan ilmu, sumber hidayah kepada kita. Bacalah al-Quran, kelak ia memberi syafaat. Sentiasalah membaca, menghafal dan cuba hayati mesej arahannya. Selalu berzikir, berzikir dan terus berzikir!!! Di sini ada ketenteraman, di sini ada kedamaian, di sini ada kesalaman. Jadilah hamba yang sejahtera.

3) Wahai kawanku, dorongkanlah diri untuk menguasai Bahasa al-Quran. Mulakan dulu walaupun sepatah perkataan. Sebenarnya anda telah lama bermula iaitu sejak anda solat setiap hari. Sebut dulu walaupun tak faham. Antara mala petaka pertama menimpa umat kita ialah kecuaian menguasai bahasa agamanya. Juga mengutamakan bahasa pasar. Ayuh !!! Apa tunggu lagi?????? Bukalah ruang walaupun seminit untuk belajar makna bacaan solat, seterusnya menguasai bahasa Arab.

4) Wahai kawanku, usahlah bertarung idea tanpa adabnya!!! Berdebatlah jika kiranya berbuahkan kebaikan. Awasilah pertengkaran kerana di sana ada unsur lain membisikkan!! Syaitannnn namanya!!!

5) Wahai kawanku, senyumlah selalu tapi bersederhanalah dalam ketawa !!!
Rasulullah s. a. w adalah yang paling banyak senyum tapi baginda ketawa kena pada tempatnya. Tapi berpada-pada sahaja, wahai kawan ! Plato juga berharap agar pementasan hiburan yang tidak bermutu terlalu banyak ketawa bodoh hanyalah disaksikan oleh golongan abdi dan orang upahan asing! Begitu juga Aristotle berpendapat supaya golongan belia ditegah daripada menyaksikan hiburan-hiburan yang membolehkan perbuatan ketawa berlebih-lebihan supaya tidak menular keburukan dalam diri!!!

6) Wahai kawanku, seriuslah selalu dan berguraulah berpatutan. Tanpa serius, hilanglah kesungguhan !!! Tanpa bergurau, tawarlah kehidupan. Kata seorang penyair : Berikan kerehatan pada jiwamu yang sibuk dengan berfikir, ubati dengan bergurau. Tapi, kalau mengubatinya dengan bergurau mestilah dalam batas seperti kau masukkan garam ke dalam gulai.

7) Wahai kawanku, kawallah nada suaramu setakat yang diperlukan oleh pendengar di depanmu. Janganlah jadi seperti orang bodoh. Bahkan menyakit hati orang lain pula!!! Luqman Al-Hakim juga mencela orang yang tidak pandai menjaga nada suara pada tempatnya. Itulah katanya suara keldai!!! Surah al-Isra' memberi panduan kepada kita. Jangan keraskan suaramu dalam solat tapi jangan pula merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya.

8) Wahai kawanku, usahlah umpat-mengumpat dan usahlah merendah-rendahkan pertubuhan lain. Bercakaplah jika ada unsur kebajikan Ayuh!!! Hindarilah... mengumpat! Tidak sekali mencabuli jemaah-jemaah lain!!! Perkatakanlah kebaikan demi kebajikan bersama. Sukakah anda memakan daging? Pasti anda suka!! Tapi sukakah anda memakan daging kawan anda yang telah mati?? Sekali-kali tidak!!! Begitulah dosa orang yang mengumpat. Bertaubatlah jika anda mengumpat tapi mesti minta ampun terhadap orang umpatanmu bersama!!! Boleh mengumpat apabila ada tujuan syar'ie.
* untuk menuntut keadilan apabila dizalimi
* untuk menghapuskan kemungkaran
* kerana memberi amaran kepada Muslim tentang kejahatan
* kerana mengisytiharkan kefasikan dan kejahatan.

9) Wahai kawanku, luaskanlah interaksimu dengan umat manusia sekalipun mereka tidak diminta berbuat demikian!!! Salam kasih sayang adalah untuk semua. Salam kemesraan adalah untuk sejagat. Hulurkanlah, hulurkanlah salam perkenalan...! Lihatlah pensyariatan ibadah haji. Pelbagai bangsa datang berkunjung!!! Pelbagai lapisan datang berkunjung!!! Pelbagai darjat datang berkunjung!!! Sama-sama menjunjung obor suci, tidak mengenali tapi tak sepi.

10) Wahai kawanku, maksimumkanlah faedah waktu anda dan tolonglah orang lain supaya manfaatkan masa. Hadkanlah masa penunaiannya. Biasakan hidup berjadual di hadapan. Bijaksanakanlah menggunakan waktu anda! Bersegeralah, kerana sabda Nabi s. a. w bermaksud : "Bertindak segeralah melakukan amal..." (Diulang 7 kali..) Sayanglah masa saudaramu!!! Hormatilah waktu mereka!!! Usahlah berbicara meleret-leret... Tanpa haluan dan noktahnya..

Konklusinya ;

1. Apabila mendengar azan maka bangunlah sembahyang serta-merta walaubagaimana keadaan sekalipun.

2. Bacalah al-Quran, tatapilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis-majlis ilmu, dan amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang masa dalam perkara yang tiada memberi faedah.

3. Berusahalah untuk bertutur dalam bahasa Arab Fushah kerana bahasa Arab yang betul itu adalah syiar Islam.
4. Janganlah bertengkar dalam apa-apa perkara sekalipun kerana pertengkaran yang kosong tiada memberi apa-apa jua kebaikan.

5. Janganlah banyak ketawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.

6. Janganlah banyak bergurau kerana umat yang sedang berjuang itu tidak mengerti melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.

7. Janganlah bercakap lebih nyaring daripada kadar yang dikehendaki oleh pendengar kerana percakapan yang nyaring itu adalah suatu perbuatan yang sia-sia malah menyakiti hati orang.

8. Jauhilah daripada mengumpat-umpat peribadi orang, mengecam pertubuhan-pertubuhan, dan janganlah bercakap melainkan apa- apa yang memberi kebajikan.

9. Berkenal-kenalanlah dengan setiap Muslim yang ditemui kerana asas gerakan dakwah ialah berkenal-kenalan dan berkasih-sayang.

10. Kewajipan-kewajipan kita lebih banyak daripada masa yang ada pada kita, oleh itu gunakanlah masa dengan sebaik-baiknya dan ringkaskanlah perlaksanaannya. Gunakan masa dengan sebaik-baiknya.

Rujukan :

http://halaqah.net/v10/index.php?topic=3210.0

(( Perlunya Memahami ISLAM Yang Sahih ))

Segala kesyukuran dipanjatkan kepada Yang Maha Esa kerana masih memberi peluang dan kesempatan untuk kita menikmati dua nikmat terbesar yakni Islam dan Iman yang mana tanpa keduanya, kehidupan kita akan kembali gelap dalam kesesiaan. Firman ALlah swt dalam surah al-ahzab ayat 36, yang bermaksud:”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka “

Dalam kita menjalankan tugas serta kewajipan2 kita seharian, kita tidak akan terlepas dalam membuat pilihan-pilihan. Tidak kira apa jenis tugasan sama ada tugasan sebagai seorang student, anak, scholar, sahabat dan sebagainya, seringkali kita melakukan pilihan-pilihan ini dan sudah semestinya pilihan itu akan menentukan sama ada ia adalah keperluan yang haq atau batil, yakni tuntutan dan keperluan yang di syariatkan oleh Islam atau memenuhi nafsu Jahiliyyah. Oleh itu pentingnya untuk kita mengenali dan memahami yang mana satu yang haq yakni islam dan yang mana satu itu adalah batil yakni jahilliyyah, dan tentu sekali jawapannya adalah tarbiyyah yang akan mengisi lopong-lopong jahiliyah.

Sesungguhnya, sudah menjadi kewajipan seorang muslim untuk medirikan solat kita. Tetapi sejauh manakah nilaian solat kita ini kepada diri kita? Mampukah ia menjaga kita daripada melakukan perkara keji dan mungkar sepertimana yang telah termaktub dalam al-quran pada 29:45 yang kira-kira bermaksud: “…. Sesungguhnya solat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (solat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadat-ibadat lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Umat Islam pada masa ini telah terpedaya, terpedaya dengan keimanan mereka, bahawa kepercayaan yang solat 5 waktu itu seandainya dilaksanakan maka sempurnalah keislaman mereka, juga dengan perlaksaan puasa yang cuma menahan diri sekadar dari lapar dan dahaga, juga menunaikan zakat yang mengsia-siakan kewangan mereka (tidak ikhlas) dan juga pergi balik haji yang terkadang sampai berbelas-belas kali dengan sangkaan bahawa setelah tertunainya haji, maka jiwa mereka menjadi sesuci bayi yang baru lahir. Tetapi sejauh manakah keislaman yang sebenar yang tertera dan terjemah dalam kehidupan mereka?

Rupanya ramai yang terpedaya, disangka bahawa terlaksananya rukun islam yang lima itu, maka sempurnalah iman, bahkan itu cuma tiangnya sahaja, kerana berdasarkan hadis Rasulullah saw daripada Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab ra, berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ” Islam itu TERTEGAK di atas lima tiang: bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad itu pesuruh Allah, mendirikan solat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan berpuasa Ramadhan.”(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim). Bayangkan kalau sebuah kawasan perumahan yang cuma ada beratus-ratus tiang, tanpa dinding, atap dan biliknya, begitu jualah yang berlaku kepada umat islam pada masa sekarang. Betapa jumudnya pengertian Islam dalam diri mereka yang cuma terkandung dalam upacara-upacara ritual semata-mata dan tiadalah dalam kehidupannya. Maka berjayalah sudah perancangan kaum Yahudi dan Nasara untuk menarik umat-umat Islam bukan untuk keluar dari Islam tetapi menjauhkan mereka daripada SyariatNya yang sebenar, mengikuti kehidupan mereka, cara hidup mereka, yakni mendustakan tuhan walaupun pada zahirnya kita lihat ada lagi yang masih bersolat, berpuasa, membayar zakat, menunaikan haji dan menyambut hari eid adha dan eid mubarak , tetapi apa bezanya dengan John yang juga pergi bersembahyang di gereja setiap ahad, menyambut krismas dan easter monday, tetapi dalam hatinya menafikan illah, juga rabb Tuhannya? Bahkan mereka lebih baik kerana rata-rata akhlak insaniah yang ada pada dirinya jauh lebih mulia dan baik menandingi akhlak seorang muslim yang mungkin kita kenal? Apakah kerana Bangsa?? Kita melayu dan mereka kafir? atau kerana sebab-sebab lain yang boleh diberi untuk menjustifikasikan maksiat atau kompromi kita ke atas perintahNya? Maka tiadalah beza seorang muslim yang beramal dengan sedemikian dengan seorang kristian bernama John mahupun Jacob seorang yahudi, melainkan dirinya penat berpuasa dan solat, penat-penat bangun awal pagi untuk menunaikan solat fajar. Mengapa? kerana ibadat-ibadat yang dilakukan ini tiada terkandungnya kefahaman, kesungguhan dan keikhlasan. Solat dilakukan secara bermalasan dan ikut-ikutan tanpa mengetahui mengapa perlunya solat? Bahkan, solat inilah merupakan medium yang paling-paling sangat effektif untuk kita mengadu dan berbicara dengan al-Khaliq, untuk kita menunjukkan kesyukuran kita paling kurangnya, tetapi ramai antara kita masih bersikap memilih-milih dengan mengambil mana yang disenangi dan meninggalkan mana-mana yang berat atau kurang disenanginya, tetapi masih mengakui dirinya Islam yang sempurna dan tidak memerlukan kepada tazkirah, majlis-majlis ilmu dan diperdengarkan dengan bacaan al-Quran, bahkan untuk mendengar kisah-kisah Islam dan masalah umat Islam pun tidak mahu. Kerana apa? kerana merasa dirinya sudah cukup sempurna dengan keislamannya. Juga terpedaya dengan beberapa kerat hadis sahih yang mengatakan masa sujud itu paling afdal berdoa, maka hilanglah nikmat pertemuan dengannya, yang mana bila mana kita sujud, kita sepatutnya berada lebih dekat kepadaNya tetapi ramai yang menjadikan masa sujud itu untuk “memakbulkan doa” kerana apa yang dikejarnya itu adalah supaya hajatnya sampai dan bukan keredhaanNya.

Wahai kaum muslim. Sejauh manakah kita betul-betul menghayati pengertian ISlam ini? Adakah kita ini betul-betul telah malaksanakan amanah kita? Di manakah ertinya pengorbanan darah Sumayyah dan keluarganya, pengorbanan seluruh harta Abu Bakar ra, pengorbanan Salahuddin dalam membebaskan al-Aqsar dan pengorbanan mujtahid-mujtahid yang telah meninggalkan kita? Bagaimana akan kita dapat Islam ini kiranya tidak dengan pengorbanan-penorbanan suci yang telah dipertaruhkan, diperdagangkan dengan Janji-Nya Yang Maha Benar?Adakah majikan kita, pembiaya kita, mak bapak kita, permainan video kita, komputer kita, motosikal kita, pda kita dan apa-apa lagi itu yang dapat menjamin kita untuk ke syurga? atau adakah dengan keredaannya kita dapat ke Syurga?? Fikirkanlah.. Gunakanlah nikmat otak - akal fikiran yang telah dikurniakan secara percuma kepada kita, tanpa perlu kita membayarnya, tanpa perlu kita mengkoordinasikan laluan saraf2 penghantar maklumat (Impulse in the nerves), tanpa perlu kita memikirkan macam mana hendak menggerakkan setiap satu otot mulut kita untuk memakan hasil nikmat pemberian Allah kepada kita. Gunakanlah nikmat2 ini untuk keredhaannya. Kiranya Dunia yang kita kejar, maka, percayalah bahawa dunia itu akan memperhambakan kita, dan kehidupan kita akan berpusat di sekitar dunia yang kita dambakan itu, tetapi kiranya akhirat itu menjadi tujuan kita, maka yakinlah JanjiNya, dunia pula yang akan mengejar kita. Akhir kalam, semoga tazkirah ringkas ini dapat membekas dalam diri penulis terutamanya dan juga kalian yang membaca tulisan-tulisam yang tidak seberapa ini. Segala yang baik datang dari ALlah dan yang buruk datang dari kelemahan penulis, tetapi hakikatnya datangnya semua dari Allah. Moga kita mendapat pengajaran.

Dipetik dari [ link ]

(( Iman.. Awak bercuti ke?? ))

Iman : Assalaamu'alaikum, bos..

Diri : Wa'alaikumussalaam wbt. Lama tak nampak awak. Awak cuti ker?

Iman : Taklah, jabatan kami rasa tuan tak memerlukan kami lagi..

Diri : Laa..kenapa pulak awak cakap camtu? pentadbiran diri saya berterabur sekarang bila jabatan kau takde..

Iman : Takdelah, kami lihat banyak pekerja tambahan tuan ambil. VCD,SMS,TV..jadi kami rasa terpinggir

Diri : Entahlah, waktu cuti sebulan ni saya tak pernah menggaji mereka.Tapi mereka terlalu rajin buat kerja, bekerja tanpa gaji,tapi banyak gak duit saya habis...entah ar

Iman : Tu sebab, kami agak rasa tuan memencilkan kami. Al Quran, Zikir, mathurat, solat Malam tak boleh bekerja dengan mereka..kami memang tak boleh bercampur dengan mereka..

Diri : Saya tak pernah minta kau bercuti

Iman : Bagaimana kami ingin bekerja sedangkan tuan sudah punya pekerja tambahan? Saya lihat mereka buat tuan gembira..

Diri : Argh, gembira apanya..Berterabur kerja kat pejabat tu!!Tolonglah, bekerjalah dengan saya kembali

Iman ; Kami sememangnya sudah berkhidmat dengan tuan dari tuan di dalam rahim ibu tuan lagi. Tapi, tuan kadang-kadang mengabaikan kami. Tuan sediakan makanan untuk bos pekerja tambahan, En Dosa, tapi kami, tuan tak sediakan makanan. Kebajikan kami tak terjaga...

Diri : Maafkan aku. kembalilah bekerja dengan saya. Saya janji kebajikan kamu semua saya jaga,En Iman.

Iman : Tuan boleh berjanji, tapi CEO kita akan memantau tuan, Dialah Allah.Tuan takkan tak takut menabur janji tapi melupakannya?

Diri : Janganlah menyalahkan saya.

Iman : Tuan perlu sedar, kami hanya bekerja di dalam syarikat yang bersih, dan amanah..Bukanlah saya nak memandang rendah pada jabatan baru En Dosa, tp kami tidak suka cara mereka bekerja. mereka meminggirkan kami

Diri : Dah awak tak melawan?

Iman : Tuan, bagaimana kami ingin menang? Kami terlalu lemah, sedikit pula tu, kebajikan kami langsung tuan tak jaga..Sedangkan kami tidak pernah meminta gaji dari tuan.Cuma kami minta disediakan ruang yang bersih dan amanah untuk kami bekerja. salahkah kami meminta yg sedikit?

Diri : Mereka kadang-kadang lebih menggembirakan saya

Iman : Kalau begitu maafkan kami. Tak dapat rasanya kami bekerja untuk tuan lagi.Tuan perlu memberi kebajikan kepada mereka.Siapalah kami..

Diri : Ehh, jangan..Bekerjalah dengan saya

Iman : Buanglah pekerja itu..Mereka meminta-minta dari tuan.Tuan perlu berhabis jutaan ringgit untuk mereka. Sedangkan kami, percuma khidmat kami

Diri : Aduh, mereka pekerja yang menggembirakan saya.Memang kamu percuma, tapi kamu kadang-kadang bising, ini tak boleh, itu tak boleh..saya rimas

Iman : (senyum sinis)..Maafkan kami tuan..kami minta diri dulu..tak perlulah kami berkhidmat dengan tuan kalau begitu..Kalau tuan perlukan kami, kami sentiasa di sisi..Tuan jangan risau, kami maafkan tuan..

Diri : Jangan pergi..saya sanggup pecat En Dosa..dan ahli jawatankuasanya, vcd, majalah yang melalaikan, dan sbagainya

Iman : Tuan betul-betul sanggup?

Diri : Ya, saya kelam kabut sekarang. Tak tenang,management berterabur..

Iman : Alhamdulillah..kami free of charge..Tuan takkan rugi, sebaliknya tuan beruntung besar..Silap hari bulan, CEO, Allah kita akan naikkan tuan ke pangkat yang lebih tinggi

Diri : Terima kasih.. =) Panggillah ajk kamu bekerja semula. En Iman, saya akan jaga kebajikan kamu, panggillah En mathurat, En Zikir, En Solat,dan semua ahli jabatan akamu ya?

Iman : Alhamdulillah.Moga keuntungan tuan bergada-ganda tahun ini dan seterusnya

Diri : Terima kasih pegawai kewanganku ..

*************************************************************************************

Sekadar analogi mudah.. Begitulah diri kita.. Kitalah bos dalam syarikat kita.Jabatan dalam diri kita hanya ada dua. Jabatan Iman dan jabatan dosa.Kitalah yang perlu mengurus sebaik mungkin pekerja-pekerja kita. Memang susah untuk kita memenuhi setiap kehendak pekerja kita, memang susah untuk memastikan pekerja kita berbaik. Kerana antara iman dan yang dosa tidak mungkin bercampur. Bagai air sungai yang jernih, dimasukkan ke dalam gelas, segar dan nyaman air itu.. Namun apabila bercampur dengan lumut, selut dan kekotoran lain, maka begitu sukarlah untuk membersihkan kembali. Begitu juga dengan pekerja kita, andai terlalu diternak satu jabatan, maka jabatan lain akan terpinggir. Semoga sama-sama kita manfa'atkannyaa..


Dipetik dari [ link ]

(( Pesanan Ummu Asmaa' ))

"Wahai anakku,
Jadilah insan yang mulia,
Supaya dapat menjaga tatasusila,
Dalam masyarakat hidup ceria,
Pergi dan datang orang bercerita



Wahai anakku,
Jadilah insan yang mulia,
Supaya dirimu selalu dalam pengawasan,
Amalan,
Tindakan,
Perjalanan lancar ketahuan,
Agak tercicir dan cacat amalan.

Wahai anakku,
Jadilah insan yang bertakwa,
Supaya jasad dan rohani,
Bersih sentiasa
agar terhindar noda dan dosa,
biar badai ribut melanda
jiwa mantap,
roh berkota

Wahai anakku,
Jadilah insan yang amanah
Sebab banyak ranjau duri dan onak mengancah,
Kuatkan hati tidak gundah,
Gelap mata dek habuan impian tersanggah

Wahai anakku,
Jadilah insan yang sabar,
Supaya rasa gelisah terus berputar,
Sifat gelojoh, rakus, haloba, mengumpul harta dan takhta,
Kerana ia punca merana,
Biar hidup serba sederhana,
Namun di kalbu tersemat segala
Mutiara budi,
Bersinar sentiasa,
Jadilah hidupmu mulia
Atau hatimu sebagai syahid.

Sumber : hard disk (unknown)

(( Palestina-Info ))

Dipetik dari [ link ]


Jumaat, 11/07/2008 -Menteri Wakaf (pembiayaan) Palestin, Dr. Taleb Abu Shaar pada Khamis lalu menyelar keputusan Israel membangunkan 1800 unit penempatan baru di bandar Baitulmuqaddis sambil menuduh rejim Zionis mengubah identiti kota suci Islam itu.

"Institusi Zionis pernah dan masih berusaha untuk menghapuskan identiti Islam di Baitulmuqaddis seperti yang terbukti dengan keputusan terbaru untuk membina 1800 unit penempatan baru dalam satu pembinaan tersasar yang belum pernah berlaku di bandar tersebut dengan sokongan penuh kerajaan penceroboh Israel", kata Abu Shaar dalam satu kenyataan yang ditimbulkan berkenaan isu ini melalui satu salinan diperolehi PIC.

Note:
sumber : http://www.palestine-info.co.uk/en/
penterjemah : hijjaz79

(( Rejab Dah Tiba!! ))

*Dipetik dari [ link ]

Sama samalah kita ingat mengingati amalan amalan mulia yang penuh berkat ini

BULAN REJAB

Pada 3 Julai 2008 (Khamis) kita telah memasuki bulan Rejab. Bulan Rejab adalah bulan Allah swt. Let’s overview ada apa di sebalik bulan Rejab itu.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Ketahuilah bahawa bulan Rejab itu adalah bulan ALLAH swt, maka:
1. Barang siapa yang berpuasa 1 hari dalam bulan ini dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keredhaan yang besar dari ALLAH swt
2. Dan barang siapa berpuasa pada tanggal 27 Rejab 1429/Isra Mi’raj (Rabu, 30 Julai 200 8) akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa
3. Barang siapa yang berpuasa 2 hari di bulan Rejab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH swt
4. Barang siapa yang berpuasa 3 hari yaitu pada tanggal 1, 2, dan 3 Rejab (4,5,6 Julai 200 8) maka ALLAH swt akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia dan seksa akhirat
5. Barang siapa berpuasa 5 hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya akan dimakbulkan Allahswt..InsyaAllah
6. Barang siapa berpuasa 7 hari dalam bulan ini, maka ditutupkan 7 pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa lapan hari maka akan dibukakan 8 pintu syurga
7. Barang siapa berpuasa 15 hari dalam bulan ini, maka ALLAH swt akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH swt akan menambahkan pahalanya.”

Sabda Rasulullah saw lagi :”Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril as “Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?”
Maka berkata Jibrilb as “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca selawat untuk engkau dibulan Rejab i ni.”

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :”Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah saw ke sebuah kubur, lalu Rasulullah saw berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH swt. Lalu saya bertanya kepada beliau “Ya Rasulullah, mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda “Wahai Tsauban, mereka itu sedang diseksa dalam kuburnya dan saya berdoa kepada ALLAH swt, lalu ALLAH swt meringankan atas mereka.”
Sabda beliau lagi “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mahu berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rejab nescaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.” Tsauban bertanya “Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rejab sudah dapat mengelakkan dari seksa kubur?”
Sabda beliau “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan solat malam sekali dalam bulan Rejab dengan niat karena ALLAH swt, kecuali ALLAH swt mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan solat malam satu tahun.”

Wallaahua'laam..

p/s - sama2 kita mempertingkatkan amalan sehingga berterusan 'hatrik' Rejab, Sya'aban dan Romadhon...

(( Palestin-Kini ))

Dipetik dari [ link ]

Khamis, 03/07/2008 -Rejim Zionis membunuh 78 kanak-kanak Palestin, dan menculik lebih daripada 2,500 rakyat Palestin, termasuk 260 kanak-kanak, diserata Tebing Barat dan Semenanjung Gaza sejak awal tahun ini, ditegaskan oleh satu laporan dikeluarkan oleh Nafha Society.


Persatuan tersebut, yang memberi khidmat untuk tahanan-tahanan Palestin dalam penjara-penjara Israel, menerangkan bahawa 1500 rakyat Palestin yang diculik adalah dari Tebing Barat, tambahan kepada beratus-ratus rakyat Palestin di Semenanjung Gaza yang dikepung oleh tentera Rejim Zionis semasa pencerobohan ketenteraan ke dalam Semenanjung itu.

Note:
sumber : http://www.palestine-info.co.uk/en/
penterjemah : shuk

(( Taraf Keikhlasan Kita ))

ADAKAH AKU IKHLAS?

Kita semua maklum bahawa keikhlasan itu menjadi pra-syarat untuk apa-apa amalan kita diterima oleh Allah swt. Kerana kita inginkan amalan kitalah yang bakal menjelma sebagai makhluk yang indah bila kita di dalam alam barzakh nanti, kita berharap agar amalan kitalah yang dapat membela kita pada hari pembalasan kelak.

Sudah tentu, niat pada permulaan kita membuat sesuatu, hinggalah ke akhirnya perlulah hanya kerana Allah semata-mata. Tidak kira amalan itu menyentuh perkara peribadi mahupun dalam kehidupan berdakwah. Namun, ibarat kita hendak mengenal samada kita sudah terkena penyakit 'chicken pox' dsbnya, ada tanda-tanda yang dapat menolong kita memastikan adakah benar kita ini ikhlas. Antaranya :-
1. Kita takutkan sanjungan dan pujian manusia.
2. Kita tidak berasa hati apabila usaha dikritik oleh manusia.
3. Kita tidak berasa bangga bila dipuji.
4. Kita sentiasa menganggap diri cuai dalam ibadah akibat sikap taajub akan diri sendiri.
5. Tidak malas, lembab dan ketinggalan dalam kesusahan.
6. Tidak jemu dalam berusaha mengajak orang kepada Islam.
7. Tidak menjauhkan diri dari jemaah walau dicaci manusia.
8. Di dalam organisasi/jemaah, tidak teringin menjadi ketua tetapi tetap bekerja dan menyumbang.
9. Menjadi pemimpin atau pengikut, mana satu tidak menjadi hal.
10. Tidak marah malah gembira, bila muncul seorang yang baru menjadi ketua (namun bukan bermaksud tanggungjawabnya sendiri berkurang, kerana amanah bukan dari manusia tetapi dari Allah)

Begitulah antara perkara-perkara yang perlu kita perhatikan. Ini hanyalah panduan sahaja sebagai langkah berjaga-jaga bagi memastikan amalan diri kita sendiri bersih dari sifat ria', taajub, takabbur dan seumpamanya. Pekerjaan yang zahirnya baik, tetapi jika diselimuti oleh segala sifat yang batil tersebut, maka sia-sialah di sisi Allah swt. Hatta mereka yang berperang di saff hadapan dan mati di medan peperangan. Walau bagaimanapun, atas kelemahan manusia, tidak layak sebenarnya untuk menilai atau menghukum orang lain ikhlas ataupun tidak.
Dalam satu kata-kata ulamak, ada ulamak yang mengatakan untuk membayangkan ikhlasnya seseorang itu seperti seekor semut yang hitam yang berjalan diatas batu yang hitam pada waktu malam ( yg pekat legam ). Betapa besarnya hati manusia itu, apa bila merasakan hatinya itu ikhlas terhadap Allah ta'ala.

Perlu diingatkan juga, dalam satu hadith nabi.. telah berkata " 3 golongan yang tidak diterima allah ta'ala untuk masuk ke syurga, kemudian ditanya kepada nabi apakah golongan itu, maka nabi menjawab :
1. Orang-orang kaya menginfaqkan ( sedekah ) sebahagian hartanya di jalan allah, tetapi tidak ikhlas.
2. Orang-orang yang berjihad di jalan allah, mahupun perang atau sebagainya.
3. Orang-orang alim ulamak yang menyampaikan ilmu itu tetapi tidak ikhlas kerana Allah ta'ala"

Jadi sahabat dan sohabiat yang dirahmati allah sekalian dapat kita renungkan betapa besar ikhlas tu perlu wujud pada hati masing-masing. Syaitan sentiasa merasuk diri anda supaya mengkhianati Allah ta'ala. Oleh itu sentiasalah menyucikan jiwa anda dari perasaan hasad dan dengki serta riak yang membinasakan diri kita di akhirat kelak.

Kita hanya boleh melihat yang zahir sahaja. Allah swt yang Maha Mengetahui dan hanya Allah swt sahajalah yang berhak membalas segala amalan. Samada amalan yang baik atau sebaliknya.
Sama-samalah kita berdoa:
Wahai Tuhan kami!
Perbaikilah hati kami,
hapuskanlah cacat cela kami,
pimpinlah kami ke arah kebaikan,
hiasilah kami dengan taqwa,
kurniakanlah kepada kami
taat setia kepadaMu
sepanjang hidup kami.
Tuhan kami! Jadilah kami ikhlas kepadaMu,
syukur kepadaMu,
bertawakkal kepadaMu,
taubat kepadaMu,
khusyuk kepadaMu.
Wahai Tuhan kami!
Sesungguhnya kami mohon kepadaMu
ketetapan di dalam urusan ini
keazaman di dalam hidayah
tolonglah kami mengingat Engkau
menyebut namaMu
mensyukuri Engkau
baik ibadat kepadaMu.

(( Nakbah : Ingat Tarikh Itu )):

* Dipetik dari iluvislam.com [ link ]

(Sempena 60 tahun Nakbah (malapetaka) pembentukan Negara Haram Israel sejak 15hb Mei 1948)

Istilah Nakbah mungkin adalah satu perkataan yang agak asing bagi sebahagian rakyat Malaysia melainkan buat mereka yang benar-benar prihatin mengenai isu umat Islam antarabangsa terutamanya di Palestin.

NAKBAH bermaksud malapetaka atau bencana besar. Manakala Nakbah Palestin merujuk kepada penubuhan Negara Haram Israel yang telah diistiharkan secara resminya pada 15hb Mei 1948. Peristiwa ini berlaku selepas terlaksananya kependudukan dan penjajahan haram oleh rejim Yahudi Zionis ke atas tanah dan penduduk asal Negara Palestin secara sistematik dengan bantuan British dan PBB. Tarikh penting tersebut adalah detik hitam buat penduduk asal bumi Palestin, orang-orang Arab dan dunia Islam secara keseluruhannya. Negara Palestin yang selama ini telah dinaungi kedamaian dan keadilan untuk ribuan tahun itu semakin merasai keperitan, kepedihan dan derita yang berpanjangan apabila mereka berada di bawah jajahan dan kongkongan Yahudi Zionis sejak enam dekad yang lalu.



Pencetus penubuhan negara Yahudi

Cadangan penubuhan negara khas untuk orang-orang Yahudi telah dibuat oleh seorang wartawan Hungari, Theodore Hertzl yang merupakan pengasas gerakan Zionis di dalam gagasannya yang kemudiannya dibukukan di dalam Die Judem Stat (Negara Israel) pada 1896. Kewujudan Pertubuhan Zionis Antarabangsa (WZO) melalui persidangannya yang pertama di Basle, Switzerland pada 27-29hb Ogos 1897 di bawah pimpinannya telah membuka era aktiviti politik Zionis, mengorak langkah kepada pembentukan Negara Zionis di Palestin.

Pemangkin pendudukan haram Yahudi di bumi Palestin

British yang merupakan sekutu kuat gerakan Zionis telah sentiasa menyebelahi mereka dengan mengisytiharkan Deklarasi Balfour pada 2hb November 1917 apabila kerajaan British telah memberi jaminan untuk mewujudkan sebuah negara khusus untuk bangsa Yahudi di Palestin. Ini merupakan usaha yang paling jahat dalam sejarah peradaban dunia kerana dengan jelas ianya mencabuli perjanjian antarabangsa. Dengan angkuhnya deklarasi ini telah menidakkan hak dan aspirasi penduduk bumi Palestin yang sah yang kemudiannya telah diikuti dengan penjajahan Palestin oleh tentera British.

Selepas itu berlakulah penghijrahan beramai-ramai yang sistematik yang melibatkan ratusan ribu Yahudi Eropah dan Rusia ke Palestin. Sedikit demi sedikit tanah milik penduduk Palestin dirampas samada dengan cara kekerasan mahupun dengan cara penipuan oleh pendatang Yahudi.

Peranan Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB)

Isu Palestin semakin panas dan mula dibawa ke peringkat antarabangsa di atas tuntutan British yang meminta supaya PBB memasukkan isu tersebut ke dalam agendanya. Laporan Badan Penyelidik Antarabangsa Palestin (UNSCOP) milik PBB telah mengakui tentang ketidak-adilan pengambilan tanah serta cadangan pembahagian bumi Palestin kepada dua buah negara yang berasingan iaitu Palestin dan Yahudi. Namun rentetan duka Palestin semakin berpanjangan apabila sidang pleno PBB yang dipengaruhi Yahudi telah mengeluarkan ‘Ketetapan 181’ yang malang pada 29hb November 1947 dengan membahagikan 2/3 tanah Negara Palestin kepada pendatang Yahudi manakala bakinya yang hanya 1/3 keluasan tanah pula diberikan kepada penduduk asal Palestin yang sah.

Ketetapan ini sangat bercanggah dengan prinsip PBB sendiri iaitu untuk melaksanakan ketetapan hak-hak bangsa dari segi kebebasan dan penentuan nasib mereka sendiri. Rakyat Palestin yang terlibat dengan isu ini tidak langsung diminta pendapat dan keizinan malahan mereka mengalami kezaliman dan penindasan yang amat dahsyat.

Laporan Badan Penyelidik Antarabangsa Palestin (UNSCOP) milik PBB telah mengakui tentang ketidak-adilan pengambilan tanah serta cadangan pembahagian bumi Palestin kepada dua buah negara yang berasingan iaitu Palestin dan Yahudi.

Kelemahan Liga Negara Arab

Rakyat Palestin adalah antara bangsa yang paling malang di dunia kerana dilupakan oleh PBB, negara-negara Arab dan juga umat Islam sendiri. Ketika Yahudi Zionis erat bekerjasama dengan British dan PBB demi mencapai cita-cita mereka, Liga Negara Arab pula gagal membantu perjuangan rakyat Palestin bagi mempertahankan hak-hak asasi mereka dalam mempertahankan kedaulatan Negara Palestin yang telah mereka diami sejak 4500 tahun lamanya.

Penglibatan tentera dari Liga Negara Arab yang digembar-gemburkan itu hanyalah merupakan tragedi apabila mereka telah ditewaskan dengan mudah oleh angkatan tentera pengganas Yahudi yang juga telah meresap ke dalam pimpinan tentera Liga Negara Arab.

Dengan kekalahan yang mengaibkan tentera Arab di dalam peperangan ini dan diikuti dengan penaklukan 78 % bumi Palestin, Yahudi Zionis telah mengumumkan Negara “Israel” pada petang 14hb Mei 1948. British mengundurkan tentera dan pemerintahannya ke atas Palestin apabila Negara Israel yang merdeka diistiharkan secara resminya pada 15hb Mei 1948.

Tertubuhnya Israel adalah Malapetaka Palestin

Kesan langsung dari nakbah atau malapetaka ini ialah kekejaman pasukan tentera pengganas Yahudi Zionis yang telah bertindak mengusir lebih daripada 60 % rakyat Palestin (lebih kurang 800 000 orang daripada sejumlah 1.39 juta rakyat) ke luar negara manakala 30 ribu yang lain telah diusir ke daerah-daerah yang ditakluki mereka.

Daripada jumlah 580 perkampungan rakyat Palestin yang wujud sebelum perang 1948, rejim Zionis telah menghancurkan 478 buah kampung serta terlibat dalam lebih 34 jenayah pembunuhan beramai-ramai rakyat Palestin.

Antara yang paling kejam ialah tragedi Deir Yassin pada 9hb April 1948 yang melibatkan pembunuhan seramai 254 orang termasuk orang-orang tua, wanita dan 52 orang kanak-kanak. Petugas Palang Merah dan PBB sendiri menyaksikan bagaimana rumah-rumah rakyat Palestin dibakar dan orang yang cuba menyelamatkan diri ditembak. Dalam serangan itu, wanita-wanita yang hamil telah dibelah perutnya dan dikeluarkan janin dan bayi hidup-hidup dari rahim ibunya. 52 orang kanak-kanak pula telah disiksa di depan ibu bapa mereka, lalu mereka dibunuh dan dipenggal kepalanya.

Arafat Hijazi, salah seorang saksi yang masih hidup menceritakan,”Saya melihat seorang tentera Yahudi memegang saudara saya, Saliha al Halabi yang hamil sembilan bulan. Dia meletakkan senapangnya di leher Saliha lalu memuntahkan peluru sehingga Saliha terbunuh. Tentera tersebut mengambil sebilah pisau lalu membelah perutnya sehingga terburai, kemudian mengeluarkan anak Saliha yang telah mati dengan pisau Nazinya yang mengerikan itu”.

Peperangan 1948 telah memusnahkan kehidupan rakyat Palestin yang telah hidup di bumi bertuah ini sejak ribuan tahun lamanya. Sesungguhnya amat tidak adil apabila Yahudi menjadikan Holocaust atau peristiwa pembunuhan bangsa mereka di Eropah oleh Nazi Jerman sebagai alasan untuk mereka membina rejim mereka di atas lautan, penderitaan dan keperitan rakyat Palestin.

Rejim Zionis tanpa malu dan segan telah membina tembok pemisah gergasi yang terpanjang di dunia iaitu sepanjang 720 km di Tebing Barat yang menyekat penghidupan rakyat Palestin di sana serta menjadikan Tebing Barat sebagai penjara yang terbesar di dunia.

Mereka sengaja melupakan bahawa bangsa Yahudi bukanlah penduduk asal bumi Palestin sehinggakan pemerintah tentera mereka yang kemudiannya dilantik sebagai menteri pertahanan, Moshe Dayan mengakui sendiri bahawa setiap penempatan Yahudi dibina dari keruntuhan perkampungan rakyat Palestin. Ini adalah jenayah yang terancang melalui perencanaan dan pengiktirafan sebelumnya.

Jenayah Ini disahkan lagi apabila PBB yang telah mengeluarkan lebih daripada 110 resolusi mereka (sehingga tahun 2000) supaya mengembalikan hak 4.4 juta pelarian Palestin supaya dibenarkan pulang ke kampung halaman mereka. Namun tidak ada satu pun daripada resolusi-resolusi ini yang dilaksanakan oleh rejim Yahudi Zionis.

Nakbah 1948 yang melanda Palestin juga menimbulkan kenangan pahit dan perasaan terhina yang mendalam di kalangan rakyat Palestin, orang-orang Arab dan umat Islam secara keseluruhannya sehingga ke hari ini.

Enam Dekad Nakbah

Kini 60 tahun telah berlalunya Nakbah Palestin, namun rakyat dan Negara Palestin terus diganyang Yahudi Zionis sehinggakan :

1. Rejim Zionis terus yang melakukan penindasan terhadap rakyat Palestin seperti meruntuhkan rumah-rumah mereka, membakar kebun-kebun mereka dan memperluaskan kawasan penempatan pendatang haram Yahudi. Sehingga kini yahudi telahpun merampas dan menguasai kira-kira 90 % dari keseluruhan bumi Palestin.

2. Peningkatan serangan ke atas Masjid Al Aqsa oleh ekstrimis Zionis yang semakin kerap mencabul kehormatan dan kesucian qiblat pertama umat Islam di dalam rangka mereka MengYahudikan Baitul Maqdis. Mereka bercita-cita untuk meruntuhkan masjid Al Aqsa dan mendirikan Kuil Yahudi di atas tapak masjid sekarang.

3. Melakukan penangkapan dan pemenjaraan orang-orang Palestin yang tidak bersalah sehingga lebih daripada 12 ribu di kalangan mereka kini merengkok di dalam penjara Israel. Di kalangan mereka adalah orang-orang tua, kanak-kanak malahan juga wanita yang hamil lagi sakit.

4. Sekatan ekonomi yang dirancang secara rapi oleh Zionis menyebabkan orang-orang Palestin tersepit dan terpaksa bergantung kepada sumber pekerjaan yang dimiliki oleh Yahudi. Akibatnya ramai di kalangan rakyat Palestin yang menganggur dan dibelenggu kemiskinan serta kebuluran.



5. Ramai di kalangan kanak-kanak palestin yang telah dinafikan hak mereka untuk belajar sehinggakan jumlah mereka yang sempat ke pengajian menengah adalah dari peratusan yang sangat kecil.

6. Rejim Zionis tanpa malu dan segan telah membina tembok pemisah gergasi yang terpanjang di dunia iaitu sepanjang 720 km di Tebing Barat yang menyekat penghidupan rakyat Palestin di sana serta menjadikan Tebing Barat sebagai penjara yang terbesar di dunia.

Umat Islam di seluruh dunia seharusnya bersatu memperjuangkan isu Palestin yang merupakan isu induk umat Islam di abad ini. Perselisihan dan perbezaan budaya, geografi, bahasa dan bangsa sudah semestinya diketepikan demi menjayakan misi besar dalam menyelesaikan masalah ini.

7. Dijangkakan seramai 6.45 juta di kalangan rakyat Palestin adalah pelarian yang hidup dengan penuh kedaifan sejak 60 tahun yang lalu. Inilah jumlah pelarian yang paling lama dan paling ramai di dalam sejarah peradaban dunia.

8. Rejim Zionis kini berterusan menyiksa dan membunuh rakyat Palestin terutamanya di Gaza yang turut diakui pemimpin kanan mereka sebagai holocaust yang lebih hebat.

Penindasan, penodaan dan kekejaman yang dilakukan oleh rejim Israel ini terhadap rakyat dan negara Palestin telah berlaku dalam tempoh yang amat panjang dan berlarutan. Sudah tentulah ianya tidak harus dibiarkan begitu sahaja.

Peranan masyarakat antarabangsa

Fakta-fakta sejarah, kemanusiaan dan undang-undang antarabangsa amat memihak kepada rakyat Palestin yang berhak memiliki ketuanan dan kedaulatan di bumi mereka sediri.

Rejim Zionis Israel kini mendapati bahawa mereka tidak boleh mengawal keadaan rakyat dan negara Palestin. Malahan mereka terpaksa membuat berbagai pendekatan yang keras mahupun dengan cara berkompromi untuk berhadapan dengan kebangkitan rakyat Palestin. Mereka menggunakan pelbagai strategi terutamanya dengan mempengaruhi sekutu kuat mereka iaitu Amerika Syarikat untuk menangai permasalahan yang terus berpanjangan.

PBB dan masyarakat antarabangsa yang sentiasa memperjuangkan keadilan semestinya teguh dalam membuat pendirian dan tidak dipengaruhi oleh lobi Yahudi Zionis di dalam membuat dan melaksanakan keputusan-keputusan mereka. Kependudukan dan negara Palestin mesti dikembalikan kepada pemilik asal yang sah yang pernah mendiami bumi ini sejak sekian lama.

Peranan umat Islam

Bumi Palestin adalah tanah yang mulia untuk seluruh umat Islam kerana di situlah letaknya Masjid Al Aqsa yang merupakan qiblat pertama umat, tempat berlakunya peristiwa Isra dan Mi’raj, Tanah Suci umat Islam yang ke tiga yang juga merupakan bumi para Nabi. Isu Palestin bukanlah sekadar isu untuk orang-orang Palestin atau orang-orang Arab sahaja. Bahkan isu ini adalah isu penting yang berkaitan dengan keimanan untuk semua umat Islam di seluruh dunia.

Umat Islam di seluruh dunia seharusnya bersatu memperjuangkan isu Palestin yang merupakan isu induk umat Islam di abad ini. Perselisihan dan perbezaan budaya, geografi, bahasa dan bangsa sudah semestinya diketepikan demi menjayakan misi besar dalam menyelesaikan masalah ini. Negara –negara Islam perlu berani dan ikhlas membantu terutamanya dari segi kemanusiaan setelah ratusan ribu nyawa yang tidak berdosa terkorban dalam krisis yang berlarutan sekian lamanya.

Di Malaysia

Kefahaman mengenai isu ini masih perlu diperluaskan lagi di kalangan masyarakat Malaysia yang pelbagai melalui penulisan di akhbar-akhbar dan majalah, ceramah-ceramah dan pameran-pameran serta media elektronik. Sumbangan kemanusiaan pula mesti dipergiatkan bagi membantu rakyat Palestin yang telah sekian lama tertindas. Tidak keterlaluan jika kita mengatakan bahawa Malaysia seharusnya menjuarai isu sejagat ini, bukan sahaja di kalangan kita bahkan di persada antarabangsa.

Persoalannya, adakah kita telah berbuat sesuatu bagi meringankan beban dan kesangsaraan yang mereka alami selama ini?